Awal tahun 2016 lalu, netizen dibuat
terkesima menyaksikan video seorang pria muda yang tengah menjadi imam
salat. Adalah Muzammil Hasballah, pemuda dari ITB yang tengah menjadi
perbincangan hangat tersebut. Suara Muzammil ketika melantunkan ayat
suci Quran dalam video tersebut sungguh menyentuh hati yang
mendengarnya. Bikin adem dan tenang hati. Bahkan kabarnya imam Masjidil
Haram – Syekh Adel Al Kabani, memuji lantunan merdu Muzammil saat
menjadi imam. Kini, Muzammil kian sering menjadi imam di masjid Masjid
Al-Lathiif, Cihapit, Bandung.
*Buru-buru nyiapin alat salat dan segera otw Bandung.*
Ngomong-ngomong, seperti apa sih pesona Muzammil Hasballah yang tenar karena menyebarkan pesan kebaikan ini?
Dari seorang Muzammil kita bisa belajar caranya menyebar motivasi dan inspirasi untuk lebih rajin beribadah
Muzammil, pemuda yang menyebarkan semangat beribadah
Muzammil sendiri sudah dari tahun 2012
mengunggah videonya ketika sedang memimpin salat. Namun, baru di awal
tahun ini videonya menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.
Tanpa bermaksud riya’, niat Muzammil mengunggah videonya di Youtube
adalah untuk mengajak kepada kebaikan. Ia ingin orang terinspirasi untuk
menjadi lebih rajin ibadah. Usut punya usut, Muzammil sendiri
terinspirasi dari para syekh idolanya yang menyebar motivasi dan
inspirasi untuk orang banyak. Sejak kepopulerannya di dunia maya,
Muzammil kerap diundang untuk menjadi imam salat dan menjadi pengisi
acara keagamaan.
Alih-alih mengenakan baju koko dan peci, Muzammil justru tampil apa adanya dengan gaya berpakaian khas anak muda
Muzammil ketika menjadi imam.
“Coba bayangkan kalau anak muda ke masjid, lalu imamnya berjubah, pakai baju koko, pakai gamis, pakai peci, kata Muzammil. Ia melanjutkan, Tapi ketika saya (sebagai imam) bergaya seperti mereka, mereka akan merasa nyaman di masjid.(via www.cnnindonesia.com)
Yang menarik dari sosok Muzammil adalah
ia menyebarkan syiar dakwahnya dengan gayanya yang selayaknya anak muda.
Gaya berpakaian khasnya adalah kemeja flanel, celana jeans, topi
kupluk, serta syal. Mungkin kamu pernah mendengar sebuah ungkapan, yakni
untuk bisa menyebarkan syiar di kalangan tertentu, kita harus
berpenampilan yang membuat nyaman kalangan tersebut. Seperti halnya
Muzammil yang berpenampilan seperti anak muda kebanyakan, agar pesan
dakwahnya bisa diterima di kalangan sebayanya.
Selain menjadi arsitek dan imam salat, Muzammil juga tetap setia dengan hobinya bermain skateboard
Cowok asal Aceh ini adalah lulusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2011. Di sela kesibukannya sebagai arsitek dan menjadi imam salat, Muzammil tak lantas melupakan hobinya, yakni bermain skateboard. Keseharian Muzammil juga masih selayaknya anak muda lain yang suka nongkrong di cafe dan menonton film. Tak hanya itu, ia juga terbilang anak muda yang aktif di media sosial. Followers Instagramnya bahkan mencapai (saat ini) 195 ribu. Ini mungkin yang disebut dengan generasi anak muda yang soleh dan gaul. Hehehehe..
Ketertarikan Muzammil untuk mempelajari ilmu langgam Alquran sudah muncul sejak ia masih kecil
Muzammil sudah tertarik belajar langgam Alquran dari sejak kecil.
“Kegiatan saya kala itu seperti anak pada umumnya saja. Sejak pagi hingga sore hari, saya sekolah seperti biasa. Seusai itu saya mempelajari langgam Quran dan menyetor hafalan surat Quran pada malam dan seusai salat subuh. Begitu seterusnya hingga lulus SMP.”(via daerah.sindonews.com)
Ketertarikan Muzammil akan ilmu langgam
Alquran ternyata sudah tertanam dalam dirinya sejak ia kecil. Ia kerap
mendengar audio pembacaan Alquran yang diputar tiap menjelang waktu
salat. Barulah saat duduk di kelas 5 SD, ia mengikuti privat langgam
Alquran. Salah satu hal yang memotivasinya adalah karena ia terpilih
untuk mewakili sekolahnya di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
anak-anak di Aceh. Ketika di bangku SMP, Muzammil juga mondok di sebuah
rumah Alquran. Maka wajar bila tilawahnya bikin hati yang mendengarnya
jadi adem.
Meski kini akun sosmednya dibanjiri tawaran iklan, Muzammil tak serta merta aji mumpung mengiyakan segala kesempatan
Dengan semakin banyaknya follower
Muzammil di instragram, ia pun cukup dapat banyak tawaran iklan. Soal
yang satu ini, Muzammil terbilang selektif. Tidak semua tawaran iklan
diterimanya begitu saja. Iklan yang dipilihnya ialah yang sesuai dengan
visinya, yakni mengajak kaum muda yang masih jauh dari agama untuk lebih
taat beribadah. Oleh karena itu ia tidak ingin menerima tawaran iklan
yang berpotensi menjauhkannya dari target dakwahnya.
CAR,FOREX,DOMAIN,SEO,HEALTH,HOME DESIGN