
Salah satu mimpi para gadis kebanyakan jadi pengantin atau ratu sehari.
Untuk mewujudkan impiannya itu perlu perjuangan, tenaga, dan saat. Tiap
orang menginginkan momen pernikahan yang biasa dilakukan sekali seumur
hidup ini jadi kenangan indah di hari tua nanti.
Seperti yang dialami seorang perempuan bernama Nana Mkhize dan
tunangannya, Fana Maphumulo. Mereka berdua dari Durban, Afrika Selatan.
Uniknya sebelum menikah pasangan ini sudah hidup bersama-sama selama 24
tahun. Namun mereka baru bertunangan selama 17 tahun. Meski baru
bertunangan, pasangan ini sudah memiliki empat anak.
Nana Mkhize yang berusia 42 ini sejak bertahun-tahun lalu ingin
merayakan perkawinannya. Mereka berdua berencana membuat pesta yang
unik, mewah, dan sakral. Karena itu mereka berdua mempersiapkan diri
sebaik-baiknya. Mereka rajin menabung dan hidup lebih hemat.
Sampai tibalah waktu yang ditentukan. Malam sebelum hari " H " Nana
Mkhize mengeluh, ia merasa badannya lemah. Tanpa menunggu lama ia dibawa
ke rumah sakit. Di tempat itulah Nana Mkhize dirawat.
Esoknya ratusan tamu sudah tiba di di tempat resepsi. Ruangan yang akan
digunakan untuk melangsungkan pernikahan itu didekorasi dengan indah.
Mereka memilih merayakan pesta pernikahan di Kloof Civic Centre.
Tetapi kedua pasangan tidak nampak di tempat pernikahan. Orang-orang
semakin cemas. Ternyata kesehatan Mkhize memburuk. Perempuan itu
meninggal tepat pada saat hari pernikahannya.
Tetapi Maphumulo tidak menghentikan resepsi pernikahan yang sudah lama
ditunggu-tunggu itu. Dia meminta pada pendeta untuk tetap menikahkan
dirinya dan meletakkan cincin kawin di jarinya sebagai bukti komitmen
cintanya pada almarhum.
Putri tertuanya, Samkelisiwe Maphumulo, menyampaikan kalau ibunya begitu
menyukai diri dan keluarganya. " Ia selalu memastikan kami tidak pernah
pergi tidur dengan perut kosong. Aku masih tak percaya dia sudah mati, "
kata Samkelisiwe.
Tragis bukan. Kita hanya bisa merencanakan, hasilnya tidak pernah kita tahu.