Karenanya apabila kita
mengalami pembengkakan di sekitar pergelangan kaki (ankle) dalam waktu
yang cukup lama, sangatlah bijak bilamana kita tidak menyepelekan atau
mengobati sendiri (self medication) dengan mengurut dan sebagainya.
Secara prinsip pembengkakan terjadi karena adanya water retension
(penimbunan air) di dalam tubuh dan dengan adanya pengaruh gravitasi
maka wilayah betis dan kaki kitalah yang paling sering mengalami
pembengkakan (edema) ini. Air yang merupakan komponen terbesar dalam
darah secara fisiologis memang akan keluar dari pembuluh darah kapiler
menuju ke sel-sel di sekitarnya untuk memberikan nutrisi kepada sel-sel
itu.
Setelah itu air tersebut
akan diserap kembali masuk ke pembuluh darah dan mekanisme ’keluar
masuk’ ini diatur dengan seimbang oleh hormon dan zat yang menyerupai
hormon yang dinamakan prostaglandin. Persoalan timbul apabila air yang
keluar dari pembuluh darah lebih banyak daripada air yang diserap masuk
kembali ke pembuluh darah. Hal ini terjadi karena adanya perubahan
tekanan atau ’kebocoran’ pada pembuluh kapiler, sehingga air akan
membanjiri sel-sel di luar pembuluh kapiler itu.
Penyebab pembengkakan
(swelling) yang bersifat ringan antara lain karena posisi berdiri atau
berjalan yang lama, posisi duduk yang lama (misalnya dalam perjalanan
pesawat atau mobil jarak jauh), kehamilan, kelebihan berat badan
(overweight) dan pada trauma pergelangan kaki (terkilir). Pembengkakan
ini akan menghilang apabila ’penyebab’nya sudah tidak ada lagi.
Namun pembengkakan ini
bisa ’permanen’ sifatnya dan biangnya adalah kerusakan organ-organ vital
kita. Yang paling menakutkan adalah pembengkakan yang
ADSENSE Link Ads 200 x 90
Obat tersebut antara
lain analgesik (penghilang rasa nyeri) seperti aspirin,paracetamol dan
NSAIDS. Obat lain yang dapat menyebabkan nephropathy (kerusakan ginjal)
adalah allopurinol. Obat yang sering dipakai untuk mengatasi
pembengkakan kaki karena gout ( orang awam mengatakan ’sakit asam urat’)
juga terbukti menyebabkan terbentuknya batu ginjal dan berlanjut kepada
kerusakan ginjal. Hal ini disebabkan karena allopurinol bekerja dengan
menghambat (memblokir) xanthine oxydase salah satu unsur yang mempunyai
fungsi mengubah hypoxanthine menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi
asam urat. Xanthine ini tidak larut dalam air sehingga penumpukan dalam
bentuk kristal akan mengakibatkan batu ginjal (kidney stones).
Jadi mungkin kita perlu
berhati-hati agar tidak mengalami nasib buruk mengobati pembengkakan
kaki karena gout malahan mengalami pembengkakan kaki karena gagal
ginjal. Pembengkakan kaki ini juga dapat pula diakibatkan penyumbatan
pada kelenjar limfa pada tungkai bawah, penyumbatan pembuluh vena karena
bekuan darah (clot) yang disebut deep vein thrombosis yaitu kerusakan
klep (valve) pada pembuluh darah balik tungkai bawah sehingga darah yang
seharusnya dipompa kembali ke jantung ’meluncur’ turun kembali ke arah
bawah. Pada kelainan deep vein thrombosis (DVT) kita tidak dibenarkan
untuk melakukan pengurutan (massage) karena dikawatirkan bekuan darah
ini akan ’terlepas’ mengalir ke arah jantung,paru atau otak dengan
akibat yang fatal. Pengobatan untuk kelainan ini sangat ditentukan oleh
penyebabnya.
Misalnya apabila
pembengkakan ini karena gangguan jantung, maka dapat diberikan diuretik
(obat untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan melalui ginjal). Namun
apabila penyebabnya karena pembuluh darah yang bocor, maka pemberian
diuretik ini justru akan memperparah kondisi pasien. Hal ini disebabkan
karena dengan efek diuretik maka ginjal akan mengeluarkan air dalam
jumlah banyak, sementara air yang berada di luar pembuluh darah masih
menumpuk,sehingga akan terjadi dehidrasi darah. Pembengkakan kaki yang
nampaknya sepele sesungguhnya perlu didalami secara teliti mengingat
begitu banyak underlying factors (faktor tersembunyi) yang
menyebabkannya.
