Sebagai orang tua, anak merupakan tanggung jawab yang pasti
dipertanggung jawabkan kelak. Apalagi seorang wanita yang akan menjadi
ibu nantinya. Merekalah yang menjaga, melahirkan dan mengajarkan banyak
hal kepada anaknya.
Sebagai ibu, wanita juga harus pandai-pandai menjaga rahasia. Apalagi
kepada anaknya. karena ada hal yang perlu mereka tahi dan ada juga yang
tidak boleh untuk mereka ketahui. Seperti 6 hal ini harus tetap menjadi
rahasia dan tidak seharusnya diberitahukan kepada anak, seperti yang
dikutip dari hipwee.
1. Jangan diiming-imingi junkfoot, Jangan juga ditakut-takuti makan sayur
Nggak ada yang bisa menolak kelezatan junk food. Mau apapun jenis
makanannya, pasti banyak yang suka. Tapi, karena kalau keseringan
mengonsumsinya juga nggak baik, kamu harus menahan makan di depan
anak-anak atau menceritakan kenikmatan makanan super enak itu ke
anak-anakmu nanti. Apalagi saat mereka masih kecil dan masih belum
mengerti apa-apa. Daripada nanti keturunanmu jadi pecandu berat makanan
instan, lebih baik tahan ya untuk nggak pamer ke mereka.
Jangan juga menakut-nakuti dan memaksa dengan cara yang berlebihan untuk
bisa makan sayur. Apalagi memberi tahu dampak buruk tidak
mengkonsumsinya. Lebih baik ceritakan apa saja manfaat sayur untuk tubuh
kita.
2. Rasa Malas bekerja kok diberi tahukan kepada anak
Serajin-rajinnya kamu membersihkan rumah, pasti ada saatnya kamu lagi
malas. Bukan cuma bersihkan rumah saja, tapi juga malas masak dan hal
lainnya. Karena orangtua adalah contoh bagi anak-anak, maka sebaiknya
kamu menahan rasa malas tersebut saat ada anak-anak ya. Misalnya ada
yang bertanya Mama kok nggak menyapu rumah? , jawablah dengan Iya nanti,
ini mau ngerjain yang lain dulu . Hehe..
3. Rasa sakit ketika melahirkan jangan diceritakan
Momen paling membahagiakan sekaligus mengharukan sebagai seorang wanita
adalah ketika kamu melahirkan. Ya, itu jadi momen tak terlupakan seumur
hidupmu. Rasa sakit ketika kontraksi tiada duanya. Hal itu tanpa
disadari sering kamu ungkapkan ke banyak orang ketika sedang
membicarakan proses kelahiran. Nah, kalau kamu punya anak perempuan,
lebih baik cari kata-kata halus untuk menceritakannya supaya nggak bikin
mereka sampai takut jadi seorang ibu. Karena kalau tidak, anak
perempuan kamu bisa jadi penakut dan nggak mau punya anak. Begitupun
kepada anak lelakimu yang bisa jadi merasa kamu itu nggak ikhlas
melahirkannya karena selalu menceritakan betapa rasa sakitmu ketika
melahirkan dia.
4. Jangan terlalu memanjakan dan mengkhawatirkan anak
Sebagai orangtua kamu akan punya rasa khawatir terhadap mereka. Hal itu
sangat wajar dan anak-anakpun pasti mengerti akan kekhawatiranmu. Tapi,
kalau kamu terlalu menghawatirkan dan mengungkapkannya ke mereka, yang
ada anak-anak kamu jadi jengah dan nggak betah berada di dekatmu. Rasa
khawatir berlebihan itu jadi bikin mereka takut mau melakukan apapun dan
pergi ke manapun.
5. Jangan mengeluh ke mereka pas kamu dan suami lagi susah uang
Biasanya, dalam hidup berumah tangga akan ada masa di mana kamu dan
suami berada pada kondisi ekonomi sulit, dompet tipis, kantong cekak,
tabungan pun mungkin tak ada. Saat itu muncul, cobalah untuk tidak
mengeluh di depan anak-anak. Mereka memang berhak tahu soal kondisi
keluarga yang keuangannya lagi susah, tapi cobalah dengan cara berbeda.
Misalnya nggak membelikan mereka mainan baru. Lalu ketika mereka
bertanya ‘Kenapa tidak belikan mainan?’ kamu jawab Sekarang kita
berhemat dulu ya, Nak. Nanti kalau tabungan mama sudah cukup, kita beli
mainan itu, ya’.
6. Tidurnya seorang anak adalah waktu orang tua istirahat. Tapi jangan sampai bocor jika gak mau dianggap ‘orang tua pemalas’
Melihat anak tidur adalah kenikmatan dunia, karena jadi bisa istirahat
setelahnya. Tapi, nggak usah sampai diceritakan ke mereka juga kalau
nggak mau dianggap ‘nggak suka mengurus anak’
Mengurus anak ketika masih kecil memang bikin lelah, terutama kalau
anakmu sangat aktif. Oleh karena itu, saat mereka lagi tidur kamu bakal
senang banget karena akhirnya bisa istirahat. Nah, hal seperti ini
sebaiknya jangan diceritakan ya karena kamu nanti dianggap nggak ikhlas
mengurus mereka. Atau kamu memang dianggap seorang ibu yang malas
bermain sama mereka ketika masih kecil.
Nah jangan sampai mereka tahu hal-hal diatas, apalagi anak yang masih
kecil. Karena saat mereka dewasa pasti akan tahu dengan sendirinya.






